budayakan komentar setelah membaca
Tampilkan postingan dengan label Untitled. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Untitled. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Februari 2011

Kaulinan urang

Setelah absen beberapa kali buat main bareng Komunitas Aleut karena kesibukan di kampus (ngerjakeun Tugass Akhir). Akhirnya tanggal 6 februari kemaren bisa ngAleut! lagi.. #hore. NgAleut! kali ini berbeda dari yang pernah urang ikuti sebelum-sebelumnya, kali ini lebih ke sharing-sharing. Acara ini bertempat di Saung Icha di kampung Derwati.

Waktu kecil dulu, banyak banget permainan yang dimainin bareng temen-temen sekomplek, dari main kartu gambar sampai maen bola. Tapi yang paling seru, ada permainan namanya Jibeh (beunang hiJI beunang kaBEH, kena satu kena semuanya -b.sunda,red-) dan Bancakan.


JIBEH
Jibeh adalah sejenis permainan seperti petak umpet yang dimainkan oleh 2 kelompok yang terdari dari 5-10 orang, namun jika semakin banyak akan semakin seru!.

Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "ucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si "ucing" ini nantinya akan berbalik sambil berhitung, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apa saja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi. Setelah hitungan selesai (hitungan yang telah disepakati bersama) dan setelah teman-temannya berlari dan bersembunyi, mulailah si "ucing" beraksi untuk mencari teman-temannya tersebut.

Berbeda dengan petak umpet, jibeh tidak memerlukan tempat jaga seperti yang terdapat pada petak umpet (tempat jaga pada petak umpet ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya INGLO, di Riau dengan sebutan Tonggak dingin, di daerah lain menyebutnya BON dan ada juga yang menamai tempat itu HONG).

Kelompok yang dicari bisa saja bersembunyi di suatu tempat atau bergerak agar tidak ketahuan oleh si "ucing". Jika si "ucing" menemukan temannya, ia akan berteriak JIBEH! sebagai tanda sudah ketahuan. Dan si "ucing"pun mendapatkan giliran untuk bersembunyi.

Permainan ini biasanya dilakukan pada malam hari pada bulan puasa (kanyahoan teu taraweh).



BANCAKAN
Bancakan adalah salah satu permainan anak tradisional Jawa Barat sejenis petak umpet dengan memakai sebuah batu sebagai tempat jaga dan genteng sebanyak jumlah pemain yang disusun bertumpuk, dan keduanya ditempatkan dalam dua buah lingkaran berdampingan.

Sebelum permainan dimulai, peserta melakukan pengundian dengan cara hompimpa atau suit. Yang kalah harus menjadi petugas penjaga atau kucing (ucing).

Ucing bertugas menyusun genteng secara bertumpuk sebagai benteng selagi para pemain bersembunyi, kemudian setelah susunan genteng telah berdiri secara sempurna, Ucing mulai menjaga susunan genteng agar tidak dirobohkan sembari mencari para pemain.

Apabila pemain terlihat atau ditemukan, Ucing harus menyebutkan nama pemain kemudian menginjak batu sembari berteriak BANCAKAN! sebagai tanda bahwa persembunyian pemain telah terbongkar dan pemain diharuskan keluar dari tempat persembunyiannya, sampai semua pemain ditemukan.

Pemain selain harus bersembunyi dari si "Ucing", pemain juga diharuskan menyerang tumpukan genteng untuk ditoker sampai ngalayah sebagai tanda bahwa benteng telah dirobohkan dan Ucing wajib mempertanggungjawabkan kekalahannya dengan menjadi ucing lagi dalam ronde berikutnya sampai Nu Jadi Ucing sukses dalam menjalankan tugasnya sebagai penjaga.



sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Petak_umpet
http://id.wikipedia.org/wiki/Bancakan

Kamis, 15 Juli 2010

Biar Menjadi Kenangan




Tetes airmata ku tak tertahan lagi
Menanti kepastian tentang kita
Kau masih juga bersamanya
Masih mencintainya

Maafkanlah sayangku atas keadaan
Kamu tak pernah jadi kekasihku
Wajahnya selalu terbayang
Saat kau di sisiku

Ku beri segalanya semampunya aku
Meski cinta harus terbagi dua
Mungkin kamu tak pernah tahu
Betapa sakitnya aku

Aku dan kamu takkan tahu
Mengapa kita tak berpisah
Walau kita takkan pernah satu
Biarlah aku menyimpan bayang mu
Dan biarkanlah semua menjadi kenangan
Yang terlukis di dalam hatiku
Meskipun perih namun tetap selalu ada
Di sini

Senin, 28 Juni 2010

DIA

Bener2 kangen sama kamu.

Aku sibuk, kamu juga pasti sibuk.

Kita pasti akan sangat sulit ketemu.

Pertemuan terakhir merupakan saat2 terindah.



Mencoba tersadar bahwa kamu dah ada yang punya.

Kamis, 22 April 2010

Sudah kebiasaan

Udah banyak yang salah kaprah yang terjadi di masyarakat, khususnya orang di kampung. Maap, bukan mendiskreditkan orang kampung. Urang sendiri Kampungan.

Sebuah merk dagang sudah menjadi trademark untuk sebuah produk, misalnya air mineral. Jika kita perhatikan, seorang penjual minuman akan berkata Aqua untuk sebuah botol air mineral. padahal belum tentu itu adalah merk "Aqua".


Atau seorang anak kecil akan merengek minta Chiki untuk sebungkus makanan ringan. Padahal "Chiki" adalah merk dagang sebuah makanan ringan dari perusahaan Indofood.


Ada juga tentang kisah Odol, merk pasta gigi yang sudah lama tak lagi dijual di indonesia. Padahal sudah mendarah daging di masyarakat indonesia, untuk merujuk ke pasta gigi pasti orang-orang menyebut odol.


Satu lagi yang tak kalah kerennya adalah pisau silet. Biasanya jika kita cukur jenggot, cukur rambut, atau hanya sekedar potong benang dengan pisau silet. Silet sendiri adalah spelling indonesia dari "Gillette", yaitu produk dagang Dibawah Lisensi The Gillettee Company USA.


Atau temen-temen pernah dengerin lagu sambil jogging. Pasti orang-orang bilang dengernya pake walkman. Walkman adalah brand dari sony untuk cassate tape dan sekarang sudah banyak ditanam di handphone sony ericsson.



Adapun barang2 lainnya yang sejenis adalah sanyo untuk alat pompa air, tip-ex untuk cairan pengkoreksi tulisan, infocus untuk sebuah proyektor.



Klo ada lagi yang tau merk dagang di Indonesia yang sudah menjadi trademark sebuah produk, bisa di share disini.

sengihnampakgigi

Minggu, 28 Maret 2010

Ga akan cukur dulu

Tadi sore iseng nanya ke si mamah..


bedoe: "Mah, ade di cukur rambutnya pas mau lulus yah".

mamah: "Lami keneh atuh".

bedoe: "Justru eta, pengen gondrong pisan. Boleh kan?".

memah: "Sok weh, tapi lamun lulus mah kudu gancang-gancang"




Inilah perjalanan rambut urang












IMG ulang taun, bulan September















Survey GPS di Banten, bulan Oktober






















Satkorlak Gempa Padang, bulan Desember



















Jalan-jalan ke T. Parahu, bulan Januari


















Jalan-jalan ke Pangandaran, bulan Maret



Terakhir cukur rambut bulan September.
Klo urang lulus bulan April (taon depan, -red), berarti sepanjang apa yah??
Liat aja deh..
sengihnampakgigi

Sabtu, 27 Februari 2010

bodoh

Ingin sesuatu saat ini
Tapi ga tau apa

Ingin nangis
Tapi ga tau kenapa

Ingin benci
Tapi ga tau kesiapa

Ingin pergi
Tapi ga tau kemana

Ingin mati
Tapi ga tau kapan

Ingin semua itu
Tapi ga tau caranya bagaimana


--------------


hanya
kebodohan
yang tak termaafkan

Rabu, 17 Februari 2010

------

Lagi males nge-blog...

Nulis ini aja gara-gara ga ada ide lagi mau nulis apa..




Padahal ada yang nanya, "kapan ngelanjutin cerita diblognya lagi?"

Kapan-kapan aja lagi ya lanjutin ceritanya.

sengihnampakgigi

Kamis, 11 Februari 2010

Susahnya bilang...

Tak terasa sudah libur semester satu. Pada liburan kali ini si bedoe mengikuti Pendidikan Dasar (pendas) bagi ekstra kulikuler LUWING. Si bedoe yang kelas 3 bertindak sebagai panitia bagi siswa siswi kelas 1 yang mengikuti ekskul tersebut. Tempat Pendas ini bertempat di Rancaupas, Ciwidey selama tujuh hari. Pada pendidikan dasar ini, siswa siswi dibekali dengan keterampilan baca peta, potong kompas, survival, dan beberapa keterampilan lainnya untuk bertahan di dalam hutan.

Pada kegiatan tersebut, si bedoe dekat dengan seorang siswi yang bernama Shinta. Shinta ini orangnya manis, baik, enak diajak curhat, dan simpel. Selama kegiatan pendas tersebut, panitia dan peserta seharusnya tidak ada hubungan. namun entah kenapa mereka akhirnya dekat. apalagi di acara akhir dan pulang, mereka deket banget.

Seminggu pun berlalu, si bedoe pun harus kembali sekolah dan menjalani semester dua dengan berat. Karena dia akan mengadapi Ujian Akhir Nasional (UAN). Si bedoe pikir kedekatan dia dengan shinta ialah kedekatan antara seorang kakak yang sayang dengan adiknya di ekskul tersebut. namun tidak dengan shinta, dia merasa nyaman dengan si bedoe. sinta pun suka dengan si bedoe meskipun shinta tau si bedoe suka cewe yang bukan lain adalah vita.

Setelah satu bulan keadaannya seperti itu, shinta pun mulai memberanikan diri untuk menyatakan keinginannya. Pada istirahat sekolah shinta pun menghampiri bedoe.
"Kak, pulang sekolah ada waktu kan ke rumah Shinta?" tanya sinta dengan malu.

"Hmmm.. kayanya ga ada deh" jawab bedoe sedikit bingung. "emang ada apa gitu shin? tanya bedoe.

"Nanti aja deh dirumah shinta jelasin. shinta tunggu dirumah!" timpal shinta penuh harap.
kemudian mereka pun berpisah untuk jajan di kantin.

Bel berbunyi, para siswa pun keluar kelas untuk pulang. Tak lupa si bedoe sebelum pulang ke rumah, mampir dahulu ke rumah shinta. Ketika di depan pintu rumah shinta, si bedoe mengtuk pintunya sebanyak tiga kali. Tok tok tok.. Shinta pun keluar dengan masih memakai seragam dan sambi memagang sekotak bungkusan.
"Nih ka, buat kakak" sambil menyodorkan kotak yang dipegangnya. "tapi bukanya dirumah kakak aja yah" jelas shinta.

"Kenapa ga dibuka disini?" tanya bedoe.

"Ntar dirumah kakak aja, malu klo dibuka disini mah" jawab shinta dengan muka kemerahan.

"Oh, ya udah deh" jawab bedoe singkat.

Kemudian si bedoe pun pulang kerumahnya dengan penuh keheranan. Penasaran dengan isi kotaknya, si bedoe memacu motornya dengan sedikit ngebut karena ingin sekali tahu apa isi didalam kotak tersebut.


bersambung....
babai

Minggu, 07 Februari 2010

Menghapus Jejakmu


terus melangkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiranmu buatku ragu
tak mungkin ini tetap bertahan

perlahan mimpi terasa mengganggu
kucoba untuk terus menjauh
perlahan hatiku terbelenggu
kucoba untuk lanjutkan hidup

lepaskanlah segalanya

engkau bukanlah segalaku
bukan tempat tuk hentikan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu


-Peter Pan-


sekarang saatnya melanjutkan perjalanan panjang

Jumat, 05 Februari 2010

Susahnya...

Kisah ini berawal dari sekolah menengah atas..


Di hari yang indah, sekelompok siswa kelas dua study tour ke yogja ketika liburan menuju kelas tiga. Dua orang sahabat yang sedang didalam bus sedang mengobrol.
"Yenk eta saha?" tanya bedoe kepada temannya.

"Emang kunaon kitu?" tanya yengki singkat.

"Geulis euy" jelas bedoe.

"Ah, ma enya maneh teu nyaho.." jelas yengki.

"Sumpah, teu nyaho" jawab bedoe kembali.

"Nya enggeus. Engke maneh ge nyaho" timpal yengki.

Waktu pun berlalu. kedua sahabat ini terpisahkan kelasnya karena ada penjurusan dikelas tiga. bedoe masuk IPA dan si yengki masuk IPS. Namun kedua sahabat ini tetap sering mengobrol. awal kelas tiga di jam istirahat, mereka kembali mengobrol di warung bi toto.
"Eh yeng, geus boga kabogoh acan?" tanya bedoe mengawali obrolan.

"Nyantei weh urang mah, model ieu. Gampang neangan awewe mah. Urang tinggal joget-joget di jalan, awewe pada nyampeurkeun" jawab yengki setengah bercanda.

"Ah. Sia mah teu baleg" jawab bedoe sambil menepuk pundak yengki.

"Du!!" yengki bertanya dengan serius, "maneh sakelas nya jeung si eta?"

"Si eta saha??" jawab bedoe keheranan.

"Nu maneh bahela tanyakeun tea" lanjut yengki.

"Nu mana sih??" masih kebingungan.

"Tuh nu itu" sambil yengki menunjuk seorang wanita.

"Hah, sakelas.." bedoe menjawab dengan kagetnya. "Eh, nyaho teu yeng. Mun teu salah mah si eta teh sa-tk jeung urang" jelas bedoe semangat.

"Naha maneh teu apal atuh?" timpal yengki.

"Urang ge karek inget. Di bere nyaho ku babaturan sa-tk oge" ungkap bedoe.
Bel pun berbunyi, kedua sahabat ini pun masuk kelasnya masing-masing.

Vita nama wanita tersebut. Si bedoe suka ma dia, tapi bingung untuk mulai mendekatinya gimana. Si bedoe ternyata sekelas dengan pia, mantan temannya bedoe. Si bedoe dekat dengan pia karena mereka sudah kenal dari kelas dua semenjak si pia jadian ma temannya bedoe, si eja. Karena bingung untuk memulainya gimana, si bedoe mencoba curhat sama si pia. Mulailah si bedoe curhat ma si pia ini bagaimana memulai hubungan dengan seorang wanita.
"Pi, ngedeketin cewe enaknya gimana yah?" tanya bedoe memulai curhatnya.

"Hmmm.. mulai aja kasi perhatian yang lebih. biasanya cewe mah gampang deket ko" jelas pia.

"Tapi cara memulainya gimana?" tanya bedoe kembali.

"Ya.. mulai ngobrol aja ma dia. sering maen bareng. Pokonya mah perlihatkan aja kamu suka ma dia" terang pia panjang lebar.

"Coba dipraktekin deh" jawab bedoe singkat.
Semenjak saat itu si bedoe ma si pia mulai deket. Mereka ga hanya curhat, tapi juga udah mulai jalan bareng. Ternyata si pia ini wawasannya luas dan enak banget diajak curhat. Tapi sebenernya curhatnya dah ngelantur kemana-mana, bukan tentang vita lagi.


bersambung....
babai

Senin, 01 Februari 2010

Lip-sync

Lip-sync atau Lip-syncronization adalah istilah teknis untuk pencocokan gerakan bibir dengan suara. Istilah ini dapat merujuk kepada: suatu teknik yang sering digunakan untuk pertunjukan dalam produksi film, video, dan program televisi (wikipedia).

Yin Youcan dan Fang Ziyuan tak pernah bermimpi bakal menerima sanksi dari pemerintah Cina. Kedua penyanyi ini dikenakan denda wajib membayar uang ke negara itu sebesar 12.000 dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp 110 juta.

Sanksi diberikan karena pada konser September 2009 di Provinsi Sichuan, keduanya ketahuan menggunakan teknik lip-sync. Lewat teknik itu, selama konser, Yin dan Fang tidak perlu mengeluarkan banyak energi untuk menyanyi. Keduanya cukup menggerak-gerakan bibir mengikuti suara lewat pengeras suara.

Yin dan Fang merupakan korban pertama kebijakan itu. Cina tampaknya sangat serius. Bila penyanyi ketahuan dua kali menggunakan teknik lip-sync, tak hanya denda, tetapi izin menyanyinya dicabut selamanya. Tentu itu tidak berarti pita suara si penyanyi dipotong.

Ketegasan Cina ini dilakukan karena trauma dengan skandal lip-sync yang memalukan negeri itu pada pembukaan Olimpiade Beijing 2008. Panitia menampilkan seorang penyanyi pengganti, hanya karena wajah penyanyi asli tidak cukup cantik untuk dipertontonkan kepada mata dunia.

Jika di negeri tirai bambu, Lip-sync dikategorikan pelanggaran. Kementerian Kebudayaan Cina sejak Agustus 2009 memasukan lip-sync sebagai tindak pembohongan publik. lain halnya di Indonesia, itu bukan masalah.

Teknik lip-sync kini menjadi tren untuk paket reality show acara hiburan musik di hampir seluruh stasiun televisi swasta di Indonesia. Tak hanya itu, konser penyanyi dan grup musik juga sering menggunakan teknik itu.

Pernah suatu waktu, saya liat Alexa menjadi bintang tamu di acara D'Rings. Trans tv. Pada saat itu, mereka bernyanyi dengan teknik lip-sync. Namun mungkin karena cd --atau entah apapun itu-- rusak sehingga suaranya pun menjadi kacau. Akhirnya dipotong dengan langsung penayangan iklan.

Lupakan soal lip-sync. Pelajaran menarik dari negeri panda itu ialah bagaimana pembohongan publik menjadi hal serius. Cina, secara formal memasukkannya sebagai delik hukum. Pembohongan publik itu menyangkut etika. Bahwa kepatutan itu harus menjadi ukuran saat berhadapan dengan publik.

Di Indonesia ga hanya lip-sync, ada juga lip-service. Berani ga yah pemerintah Indonesia mengkategorikan hal tersebut menjadi sebuah pelanggaran ?? garupale

Rabu, 27 Januari 2010

Taman Kanak-kanak

Setelah dicari-cari kesana kemari, nanya sana nanya sini, akhirnya dapet juga foto waktu di Taman Kanak-kanak. Dapet dari orang yang paling spesial. love

Meskipun udah lupa, tapi mungkin ini bisa bikin inget masa-masa yang lupa tersebut.








Minggu, 17 Januari 2010

Bekerja Itu Syulit

Begitu lulus dari perguruan tinggi, seseorang pemuda mengalami kesulitan dalam mencari kerja yang relevan dengan disiplin ilmunya. Setelah melamar ke sana ke mari, akhirnya dia diterima di sebuah kebun binatang. Meskipun tidak terlalu relevan dengan kompetensinya, namun--karena postur tubuhnya yang atletis--dengan mempekerjakannya, kepala kebun binatang mempunyai ide lain.

"Saudara tahu, disini ada beberapa binatang yang menarik perhatian, diantaranya gorilla. Sayang sekali, gorila yang baru didatangkan dari Afrika kemarin, mati. Jika saudara kami beri pakaian khusus, maukah saudara menirukan tingkah laku gorila selama beberapa hari?" jelas kepala kebun binatang.

Terdesak oleh kebutuhan yang kian menghimpit, si pemuda itu pun akhirnya bersedia untuk bekerja sebagai orang yang memerankan gorila. Sebelum pentas dimulai, pemuda itu terlebih dulu dilatih mengenai tingkah laku gorila agar sama dengan tingkah laku gorila yang sesungguhnya.

Gorila jadi-jadian ini mulai berjalan-jalan mengelilingi pengunjung sambil melompat ke sana ke mari. Banyak pengunjung yang terkagum dengan tingkah laku "gorila" yang cerdas ini hingga begitu asyiknya berjalan-jalan dan melompat, sang "gorila" tidak lagi menghiraukan pagar pembatas antara kandangnya dengan kandang singa di sebelahnya. Sang "gorila" pun terjerumus masuk kedalam kandang singa.

Melihat ada gorila yang masuk ke kandangnya, singa pun kaget dan langsung mendekati "gorila" tersebut. Tentu saja, gorila jadi-jadian itu pun bukan main kagetnya. Si pemuda berpikir bahwa dia pasti mati diterkam oleh singa, karena sang singa pasti mencium bau manusia dibalik baju gorilanya tersebut.

Di lain pihak, pengunjung pun tidak tinggal diam, mereka ikut bergeser ke kandang singa untuk melihat pergulatan yang bakal terjadi antara singa dan gorila. Hal ini membuat perasaan pemuda tersebut semakin takut, apalagi sang singa sudah semakin dekat dan mengendus-endus dirinya. Konflik batin pun mulai mendera dirinya. Apakah ia harus berteriak minta tolong dan lari dari arena tersebut, biarlah pengunjung kecewa karena dia ternyata gorila palsu. Akan tetapi di lain pihak, dia pun tidak mau mengecewakan pimpinan kebun binatang yang telah memberikan pekerjaan dan uang kepadanya. Alhasil, demi keselamatan diri dan masa depannya, dia pun bertekad untuk berteriak meminta tolong.

Disudut lain, sang singa rupanya memperhatikan gerak gerik si "gorila" yang mulai tampak panik. Alangkah terkejutnya sang singa ketika si "gorila" tiba-tiba mulai menjerit. Jeritan sayup dari si "gorila" itu benar-benar membuat si raja hutan kaget sekaligus berang. Dengan sigap, sang singa pun akhirnya menubruk gorila tersebut. tak lama kemudian, tubuh gorila palsu itu bisa dikuasai si raja hutan. dalam kondisi seperti itulah, mulut sang singa mulai mendekati telinga gorila. Kemudian dengan suara rendah berintonasi tinggi, sang singa mulai bersuara, "diam kamu, tolol! nanti kita bisa dipecat!".

Jumat, 15 Januari 2010

Jangan Buang-Buang Waktu

Setiap orang di dunia ini memiliki waktu yang sama, yaitu 24 jam atau 1440 menit dalam satu harinya. Apa saja yang dilakukan oleh setiap orang dalam satu hari? Setiap manusia memiliki waktu 24 jam dan harus menghabiskannya adalam satu hari. Semua orang pasti bisa menghabiskannya, karena keesokan harinya waktu itu sudah ‘hangus’, dan harus memulai hari baru, begitu dan seterusnya.

Apakah kita hanya ingin menghabiskan waktu saat ini untuk bersenang-senang atau hanya tidur saja? Semua itu pilihan. Namun yang pasti, jika kita hanya tidur, maka kita hanya akan menjadi tua dan beruban, sedangkan jika kita menginvestasikan waktu untuk hal yang positif, maka kita akan menjadi manusia yang lebih baik, baik secara finansial, kebijaksanaan dan pengetahuan.

Orang-orang hebat dari Donald Trump, Warren Buffet, Bill Gates, Henry Ford, Soekarno, sampai dengan Gus Dur mereka telah menginvestasikan waktu mereka dengan sangat berharga, bukan hanya bagi diri mereka sendiri, namun juga bagi orang lain. Mereka sama dengan orang rata-rata yang hanya memiliki waktu 24 jam, namun mereka menjadi berbeda dengan orang rata-rata karena mereka tahu bagaimana memanfaatkan waktu dengan baik. Apakah kita semua akan mendengar nama besar mereka, jika mereka hanya menghabiskan waktu untuk tidur dan tidak melakukan apa-apa? Saya yakin tidak.

Benyamin Franklin pernah menyatakan waktu adalah inti dari kehidupan. Jika kamu mencintai kehidupan, maka gunakan waktumu dengan baik. Begitu pula dengan Henry Ford. Ia pernah berkata, ‘Menurut pengamatan saya, kebanyakan orang maju karena mereka menggunakan waktu yang justru disia-siakan oleh orang lain’. Pertanyaan utamanya adalah, apakah kita sudah benar-benar memanfaatkan waktu yang sangat berharga bagi kita dan lingkungan kita?

Apapun jawabannya, guru bijak pastilah akan menyarankan supaya kita mulai dari sekarang menginvestasikan waktu kita, dimulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu. Gunakan waktu dengan baik, pastilah kita akan memiliki kebiasaan menjadi orang hebat dan sukses.

Untuk jadi sukses, hebat atau menjadi pahlawan, tidak perlu selalu harus dikenal banyak orang. Bukan masalah kita akan menjadi orang seperti Bill Gates atau Bung Karno atau siapa pun itu, yang penting kita bisa memulai menjadi pahlawan dan orang sukses bagi teman kita, keluarga kita ataupun lingkungan kita.

Sekali lagi, bukan masalah kita berada dimana, masalahnya adalah bagaimana kita menggunakan waktu untuk mengisi kehidupan kita. Percayalah, hanya waktu yang sangat berharga ini yang bisa membuktikan bahwa kita layak dapat BINTANG!!!

Selasa, 12 Januari 2010

Nge-Blog Lagi

Sempet ga bisa nge-blog karena internetnya lemot. Sekarang juga bisa karena numpang nge-net dirumah temen. hehehe.. sengihnampakgigi

Sekarang anak-anak IMG lagi dihebohkan dengan jejaring sosial formspring. Bentuknya sih kaya social interview di facebook, jadi cuman bisa nanya-nanya doang. Klo mau tau dan nyobain, pencet disini.

Nah disitu, ada pertanyaan, "Udah puas dg template blog yg skrg belum?". trus gw jawab "Belom". Memang blog gw jauh dari sempurna, tapi klo dipasang dengan widget-widget yang sedikit `aneh` akan membuat blognya lama me-loading. Takutnya, pembaca blog gw akan sedikit kecewa trus ga jadi baca tulisan-tulisan gw karna males nunggunya. ketukmeje

Sebenernya keinginan gw tu ingin ganti domain dari "[dot]blogspot[dot]com" ke "[dot]co[dot]cc" sehingga menjadi "http://ihsannurulfauzi.co.cc". Kemaren udah nyoba, tapi ko ditungguin seharian ko malah jadi ga bisa masuk ke blog gw. Alesan pengen ganti domain sih simple aja, biar keren dan serasa punya web sendiri. Mungkin laen kali aja yah..

Klo mo tau cara ganti domain, pencet yang ini aja

Sabtu, 09 Januari 2010

Anak Jaman Sekarang

Tadi sore, saya berkesempatan buat nonton lagi di bioskop setelah sekian lama ga nonton pelem. Pelem yang saya tonton adalah pelem yang ada `artis panas jepang`-nya. Setelah dari siang cari kesana kemari, akhirnya dapet juga di braga, tayang jam setengah lima. Sedikit senang karena akhirnya nonton pelem juga. Akhirnya saat itu tiba juga, "pintu teater 1 telah dibuka, bagi penonton yang telah memiliki karcir harap bla bla bla..."

Ketika masuk teater, ternyata disebelah saya ada beberapa anak yang kira-kira masih duduk di bangku smp. Sempet shok. Sebelum pelem mulai, ada trailer dari salah satu pelem yang beraktriskan **JUPE**. Dan ternyata salah satu dari mereka langsung liat kalender dan berkata.

"Eh, tanggal 14 boy, ntu hari kamis. Gimana??".

We o we. gila anak jaman sekarang mah mudah gaul. Kecil-kecil dah punya hape trus yang ga kalah hebohnya adalah udah mulai pacaran.

Okey, back to topic. Saya masih heran anak segede itu (yang menurut saya belom dewasa) udah bisa nonton pelem yang 'kaya ginian'. Ini yang harus disalahin siapa sih..

Apakah..

1. Anak-anak itu ??. Klo saya jadi anak tersebut, saya akan berkata.
"Da saya mah pelajar, yang kerjanya belajar. Termasuk belajar kaya ginian".

2. Penjual tiketnya ??. Klo saya jadi penjual tiket, saya kan berkata.
"Saya hanya penjual tiket, yang penting tiket kejual kursi penuh".

3. Saya yang berada disampingnya ??. klo saya mah akan berkata.
"Da urang mah kadieu teh rek nonton, lain rek nyarekan budak batur".

4. Orang tua mereka ??. klo saya jadi orang tuanya, saya akan berkata.
"Saya kan sibuk, lagian saya tidak tahu mereka ada dimana".

atau

5. Tukang bajigur ?? da nyieun cai teh kiruh wae..

Anyway, tidak perlu menyalahkan siapa-siapa. Ini tugas kita semua.

Andai saja...
  1. Anak-anak itu, menyadari bahwa pelem itu bukan untuk mereka. Tugas mereka hanyalah belajar, belajar yang baik untuk diamalkan dikemudian hari.
  2. Penjual tiket, tidak menjual kepada anak dibawah umur dan menyadari bahwa setiap pelem pasti ada rating untuk siapa pelem tersebut ditonton.
  3. Saya sendiri yang berada disampingnya, menegur anak-anak tersebut untuk tidak menonton pelem yang bergenre 'seperti ini'. Masih ada pelem yang yang bermutu untuk anak-anak seperti "LASKAR PELANGI".
  4. Orang tua mereka, membimbing dan mengajarkan mereka, serta mendampingi mereka disaat-saat pubertas.
  5. Tukang bajigur ?? ieu mah euweuh hubunganna gelakguling

Jadi tidak ada yang perlu disalahkan, ini kembali ke dalam diri kita masing-masing. Mulailah dari diri kita sendiri, mulai dari hal yang kecil, dan mulai dari sekarang untuk berbuat baik.




NB :
  • Saya hanya menonton pelem tersebut karena diajak teman dan sedikit penasaran terhadap `artis jepang` tersebut.
  • Jika anda belom nonton, saya sarankan untuk anda tidak menonton pelem tersebut, karena pelem tersebut SAMPAH. Tapi klo anda penasaran dan belum ditarik dari peredaran, nonton aja.

Senin, 04 Januari 2010

Perang Bubat

Sempat berpikir kok di Bandung tidak ada jalan Majapahit, Hayam Wuruk atau Gajah Mada, padahal di Jakarta aja ada jalan Hayam Wuruk, di Medan ada jalan Majapahit. Kenapa Bandung ga ada..fikir

Hal ini terjadi karena ada sejarahnya, yaitu PERANG BUBAT.
-------------------

Perang Bubat adalah perang yang terjadi pada masa pemerintahan raja Majapahit, Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada yang saat itu sedang melaksanakan Sumpah Palapa. Persitiwa ini melibatkan Mahapatih Gajah Mada dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat pada tahun 1357 M.


Pernikahan Hayam Wuruk

Peristiwa ini diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan raja Hayam Wuruk terhadap putri Citraresmi karena beredarnya lukisan putri Citraresmi di Majapahit yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, Sungging Prabangkara.

Namun catatan sejarah Pajajaran yang ditulis Saleh Danasasmita dan Naskah Perang Bubat yang ditulis Yoseph Iskandar menyebutkan bahwa niat pernikahan itu adalah untuk mempererat tali persaudaraan yang telah lama putus antara Majapahit dan Sunda. Di mana Raden Wijaya yang menjadi pendiri kerajaan Majapahit adalah keturunan Sunda dari Dyah Lembu Tal yang bersuamikan Rakeyan Jayadarma menantu Mahesa Campaka. Rakeyan Jayadarma sendiri adalah kakak dari Rakeyan Ragasuci yang menjadi raja di Kawali. Hal ini juga tercatat dalam Pustaka Rajyatajya I Bhumi Nusantara parwa II sarga 3. Di mana dalam Babad Tanah Jawi sendiri, Wijaya disebut pula Jaka Susuruh dari Pajajaran.

Dengan demikian Prabu Hayam Wuruk memutuskan untuk memperistri Dyah Pitaloka. Atas restu dari keluarga kerajaan, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar putri Citraresmi. Upacara pernikahan dilangsungkan di Majapahit. Sebenarnya dari pihak dewan kerajaan Negeri Sunda sendiri keberatan, terutama dari Mangkubuminya sendiri, Hyang Bunisora Suradipati karena tidak lazim pihak pengantin perempuan dating kepada pihak pengantin lelaki. Suatu hal yang dianggap tidak biasa menurut adat yang berlaku di Nusantara pada saat itu. Selain itu ada dugaan bahwa hal tersebut adalah jebakan diplomatik karena saat itu Majapahit sedang melebarkan kekuasaan (diantaranya dengan menguasai Kerajaan Dompu di Nusatenggara).

Namun Maharaja Linggabuana memutuskan tetap berangkat ke Majapahit karena rasa persaudaraan yang sudah ada dari garis leluhur dua negara tersebut. Maharaja Hayam Wuruk sebenarnya tahu akan hal ini terlebih lebih setelah mendengar dari Ibunya sendiri Tribhuwana Tunggadewi akan silsilah itu. Berangkatlah Maharaja Linggabuana bersama rombongan ke Majapahit dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat


Kesalahpahaman Gajah Mada

Mahapatih Gajah Mada (dalam tata negara sekarang disejajarkan dengan Perdana Menteri) menganggap bahwa kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat merupakan suatu tanda bahwa Negeri Sunda harus berada di bawah panji Majapahit sesuai dengan Sumpah Palapa yang pernah dia ucapkan pada masa sebelum Hayam Wuruk naik tahta.

Gajah Mada mendapatkan jabatan Mahapatih atas karirnya militernya di Majapahit, beliau mengawali karirnya sebagai prajurit pada kesatuan pengawal kerajaan Bhayangkara yang merupakan pasukan elit Majapahit. Beliau mendesak Raja Hayam Wuruk untuk menerima Putri Citraresmi bukan sebagai pengantin tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan mengakui superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Maharaja Hayam Wuruk sendiri bimbang atas permasalah itu karena Gajah Mada adalah Mahapatih (Perdana Menteri) yang diandalkan Majapahit saat itu.


Gugurnya Rombongan Pengantin

Kemudian terjadi Insiden perselisihan antara utusan dari Maharaja Linggabuana dengan Mahapatih Gajah Mada. Perselisihan ini diakhiri dengan dimaki-makinya Mahapatih Gajah Mada oleh utusan Negeri Sunda yang terkejut bahwa kedatangan mereka hanya untuk memberikan tanda takluk dan mengakui superioritas Majapahit bukan karena undangan sebelumnya. Namun Mahapatih Gajah Mada tetap dalam posisi semula.

Belum lagi Maharaja Hayam Wuruk memberikan putusannya, Mahapatih Gajah Mada sudah mengerahkan pasukannya (Bhayangkara) ke pesanggrahan Bubat dan mengancam Maharaja Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit. Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Maharaja Linggabuana menolak tekanan itu, dan terjadilah peperangan yang tidak seimbang yang melibatkan Mahapatih Gajah Mada dengan pasukan yang besar dengan Maharaja Linggabuana dengan pasukan Balamati pengawal kerajaan yang berjumlah sedikit, bersama pejabat kerajaan dan para menteri yang ikut dalam kunjungan itu. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Maharaja Linggabuana, para menteri dan pejabat kerajaan serta Putri Citraresmi.

Maharaja Hayam Wuruk menyesalkan tindakan ini dan mengirimkan utusan (darmadyaksa) dari Bali-yang saat itu berada di Majapahit untuk menyaksikan perikahan antara maharaja Hayam Wuruk dengan putri Citraresmi-untuk Nyaangan Alam Dunya menyampaikan permohonan maaf kepada Mangkubumi Hyang Bunisora Suradipati yang menjadi Pejabat Sementara Raja Negeri Sunda serta menyampaikan bahwa semua peristiwa ini akan dimuat dalam Kidung Sunda atau Kidung Sundayana (di Bali dikenal sebagai Geguritan Sunda) agar diambil hikmahnya.

Namun akibat peristiwa Bubat ini (mungkin dalam dunia politik sekarang dikatakan Skandal Bubat), dikatakan dalam suatu catatan bahwa Hubungan Maharaja Hayam Wuruk dengan Mahapatihnya menjadi renggang. Gajah Mada sendiri tetap menjabat mahapatih sampai wafatnya (1364). Sementara akibat peristiwa ini pula, di kalangan kerabat Negeri Sunda diberlakukan peraturan esti larangan ti kaluaran yang isinya diantaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda. Sebagian lagi mengatakan yang dimaksud adalah larangan menikah dengan pihak timur negeri Sunda (Majapahit).


Sumber
- Yoseph Iskandar, "Perang Bubat", Naskah bersambung Majalah Mangle, Bandung, 1987.

Sekedar catatan: Kanjeng Gusti Putri ratu Dyah Phytaloka Citraresmi meninggal tidak dengan bunuh diri melainkan ikut bertempur dan berhasil melukai mahapatih Gajah mada, sehingga akibatnya pertempuran bertambah sengit, sebab Gajah Mada Berduel dengan sang Putri Dyah Phytaloka, meskipun akhirnya gugur, Sang Putri berhasil melukai Tubuh Gajah Mada dengan Keris Singa barong berlekuk 13 Keris leluhur Pasundan peninggalan pendiri kerajaan tarumanegara, yang bernama, Prabu Jayasinga Warman. akibat luka itu, Gajah Mada menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan, dan akhirnya meninggal.

download pdf disini

Sabtu, 02 Januari 2010

Resolusi di Taun Baru

Kembali menulis lagi, setelah liburan taun baru. Postingan pertama di taun baru taun 2010.

Orang bilang, taun baru identik dengan resolusi baru. Hmmm, resolusi itu apa sih. Masi kaga ngarti. Klo sama dengan harapan, mungkin harapan gw di taun yang baru ini adalah lulus secepat mungkin. Jangan lagi ditunda-tunda, ntar malah keenakan di kampus. Ke-enakan disini maksutnya adalah ke enakan proyekan. Proyek ini lah, proyek itu lah, seneng bisa jalan-jalan. Terahir pekerjaan pergi padang dan untuk pertama kalinya gw menjejakkan kaki di pulau Sumatra.

Back to topic. Setelah kejadian penskorsingan, kemungkinan gw lulus ga bisa taun 2010 ini. Baik itu bulan juli ataupun bulan oktober. Peluang untuk bulan juli nol persen karena masih ada beberapa mata kuliah yang tersisa. Peluang untuk bulan oktober dua puluh lima persen, tapi dicoba dulu bulan oktober apakah gw bisa lulus. klo ga bisa, ya terpaksa harus menunggu taun depan untuk bisa lulus. Klo taun depan ga lulus juga, kebangetan dah...

Meskipun ga bisa lulus tepat waktu, mungkin emang waktunya aja yang belum tepat.

S.E.M.A.N.G.A.T



eh, harapan kedua apa yah

Rabu, 30 Desember 2009

Cahaya Bulan

Ntah kenapa jadi pengen nulis "puisi Soe Hok Gie". Mungkin karna diputer-puter terus kali yah..

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelan pelan di Lembah Kasih
Lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap
Kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata
Kudengar detak jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta

Perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang
Cahaya kota kelam mesra menyambut sang petang
Di sini ku berdiskusi dengan alam yang lirih
Kenapa matahari terbit menghangatkan bumi

Perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang
Cahaya nyali besar mencuat runtuhkan bahaya
Di sini ku berdiskusi dengan alam yang lirih
Kenapa indah pelangi tak berujung sampai di bumi

Aku orang malam yang membicarakan terang
Aku orang tenang yang menentang kemenangan oleh pedang

Cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
Yang takkan pernah aku tau dimana jawaban itu
Bagai letusan berapi bangunkan dari mimpi
Sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati

Terangi dengan cinta di gelapku
Ketakutan melumpukanku
Terangi dengan cinta di sesatku
Dimana jawaban itu



klo mao download dan dengerin
puisi di sini
cahaya bulan di sini

Selasa, 22 Desember 2009

(HARI) IBU

Peringatan Hari Ibu yang bertepatan pada tanggal 22 Desember di Indonesia, agak berbeda dengan hari Ibu orang-orang Amerika dan lebih 75 negara lain di seluruh dunia yang memperingati hari Ibu seperti di Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong yang merayakannya pada Minggu di pekan ke dua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women`s Day diperingati setiap 8 Maret.

Nah, buat urusan sejarah Hari Ibu, kalian harus kenalan dengan Kongres Perempuan Indonesia. Dulu, para pejuang wanita mengadakan Kongres Perempuan Indonesia pertama pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto. Kegiatan ini dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Kowani ini bisa dibilang merupakan salah satu organisasi perempuan resmi pertama di Indonesia. Meskipun demikian, organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nyak Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said, dan lain-lain. Organisasi-organisasi tersebut tersebar di berbagai pelosok tanah air dan kebanyakan adalah sarana perjuangan para kaum perempuan untuk membantu perjuangan kemerdekaan, selain memperjuangkan hak-hak kesetaraan perempuan juga.

Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia kala itu, di mana para pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah pada ngumpul terus menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan.

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Untuk penetapan secara resminya, Presiden Soekarnolah yang menetapkan lewat Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini. Hari Ibu diperingati untuk mengingat lagi peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya. Nah, buat ngerayainnya, biasanya keluarga ngebebasin ibu dari tugas rumahan sehari-hari yang dianggap sebagai kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan lainnya. So, kalo kalian sayang sama mamanya, hari ini bantuin beliau cuci piring, masak, dll. dong! Kasih istirahat buat hari ini!



Kasih ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi
Tak harap kembali
Bagai sang surya
Menyinari dunia


-buat merayakan hari ibu-